Sabtu, 31 Maret 2012

PERAN PEMERINTAH DALAM SEKTOR PERIKANAN UNTUK PENGEMBANGAN MASYARAKAT DESA NELAYAN


ABSTRAK
Salah satu usaha yang cukup menjanjikan untuk masa depan yang cerah ialah bergelut dalam dunia perikanan. Mengapa demikian? Karena secara garis besar potensi laut yang dimiliki Indonesia lebih kaya dan luas disbanding daratannya. Namun terkadang masih ada masalah yang sering muncul terutama bagi para nelayan yang berada dipinggir pesisir masih banyak yang berada dibawah garis kemiskinan. Sehingga campur tangan pemerintah dalam usaha untuk meminimalisir segenap masalah yang ada. Setidaknya dengan program pemerintah yang dijalankan untuk bidang perikanan diharapkan sedikit ada perubahan tingkat kesejahteraan untuk masyarakan nelayan pesisir yang juga mempunyai peranan penting dalam perputaran roda kehidupan kita.
Hal yang mungkin tidak tampak oleh masyarakat umum mengenai kehidupan masyarakat pesisir ialah keterbatasan dari segi ekonomi yang biasanya pula disebabkan oleh ulah orang-orang yang bergelut dikepemerintahan yang tidak bertangggung jawab. Maka dari itu pihak yang berperan penting untuk kembali memulihkan keadaan yang optimal ialah pihak pemerintah juga yang harus didukung oleh segenap masyarakat umum agar tercapai apa yang diharapkan.

Jumat, 30 Maret 2012

Ucapkanlah Terima Kasih


Kita semua senang bila orang menghargai kita dan pekerjaan yang kita lakukan. Di banyak kantor, kita sering melihat orang-orang memamerkan kartu ucapan terima kasih dari pimpinan mereka, sepucuk surat khusus dari konsumen, atau selembar sertifikat penghargaan (yang mungkin umurnya sudah sangat tua). Hargailah pekerjaan!

Ucapkan terima kasih pada anggota tim anda. Berikan penghargaan atas keberhasilan dan prestasi mereka. Sampaikan terima kasih bila mereka berhasil melakukan kemajuan. Anda bisa melakukannya secara empat mata, secara terbuka, dalam bentuk tertulis, atau dengan cara-cara yang begitu kreatif. Orang-orang yang hasil kerjanya dihargai kemungkinan besar hasil kerjanya akan semakin baik juga.


Memperlihatkan sikap menghargai berarti menunjukkan apa yang anda inginkan dan apa yang menurut anda penting dilakukan. Tanpa umpan balik semacam itu, karyawan anda mungkin akan keliru menafsirkan apa yang bisa diterima atau dinilai tinggi.


Kisah 1001 Kelereng


Makin tua, aku makin menikmati Sabtu pagi. Mungkin karena adanya keheningan sunyi senyap sebab aku yang pertama bangun pagi, atau mungkin juga karena tak terkira gembiraku sebab tak usah masuk kerja. Apapun alasannya, beberapa jam pertama Sabtu pagi amat menyenangkan.

Beberapa minggu yang lalu, aku agak memaksa diriku ke dapur dengan membawa secangkir kopi hangat di satu tangan dan koran pagi itu di tangan lainnya. Apa yang biasa saya lakukan di Sabtu pagi, berubah menjadi saat yang tak terlupakan dalam hidup ini. Begini kisahnya.

Aku keraskan suara radioku untuk mendengarkan suatu acara Bincang-bincang Sabtu Pagi. Aku dengar seseorang agak tua dengan suara emasnya. Ia sedang berbicara mengenai seribu kelereng kepada seseorang di telpon yang dipanggil “Tom”. Aku tergelitik dan duduk ingin mendengarkan apa obrolannya.


“Dengar Tom, kedengarannya kau memang sibuk dengan pekerjamu. Aku yakin mereka menggajimu cukup banyak, tapi kan sangat sayang sekali kau harus meninggalkan rumah dan keluargamu terlalu sering. Sulit kupercaya kok ada anak muda yang harus bekerja 60 atau 70 jam seminggunya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Untuk menonton pertunjukan tarian putrimu pun kau tak sempat”.