Hama
Ikan Patin
Selasa, 03 April 2012
Hama Ikan Patin
Senin, 02 April 2012
Kelenjar Pituitary/Hypofisa
Kelenjar
Pituitary
Kelenjar
ini disebut pula hypophysa terletak pada lekukan tulang di dasar otak (sela
tursika) di bawah diencephalon. Suatu tangkai yang menghubungkan antara
kelenjar ini dengan diencephalon disebut Infundibulum. Kelenjar ini walaupun
kecil, fungsi dan strukturnya merupakan organ tubuh yang sangat rumit dan
sulit, terdiri dari dua bagian utama, yaitu adenophipofisa dan neurohipofisa.
Pada
stadia embrionik, kelenjar ini berasal dari gabungan elemen neural yang tumbuh
ke bawah dari diencephalon dan elemen epithel (kantung rathke) yang tumbuh ke
atas dari bagian dorsal rongga mulut. Pertumbuhan dari hypophysa, berasal dari
dua macam organ, yaitu: Neurohypophyse dan Adenohypophyse. Neurohypofise
dibentuk dari bagian alas diencephalon (Infundibulum) sedangkan Adenohypophyse,
terbentuk dari perlekukan bagian ektodermal dari rongga mulut embrio
(stomodaeum), disebut kantong hypophyse atau kantung rathke. Hubungannya dengan
rongga mulut akan hilang setelah pertumbuhan selesai.
Adenohipofisa
terdiri atas pars distalis dan pars intermedia, sedangkan neurohipofisa hanya
terdiri atas pars nervosa yang berfungsi mensekresi ocytoxin, arginin vasoticin
dan isotocin. Pars distalis merupakan bagian utama adenohipofisa yang
mengandung sel-sel pesekresi hormon prolaktin, hormon adrenocorticotropic
(ACTH), hormon pelepas tiroid (Thyroid Stimulating Hormone), hormon pertumbuhan
(STH-Somatropin), dan gonadotropin serta pars intermedia mensekresi hormon
pelepas melanosit (Melanocyte Stimulating Hormone), yang mana, pelepasan hormonnya
diatur oleh faktor-faktor yang berasal dari hipotalamus.
Hormon
prolaktin. Pada teleostei, aksi-aksi prolaktin sehubungan dengan reproduksi dan
perawatan anak serta osmoregulasi. Tingkah laku reproduksi yang dipengaruhinya
adalah pembuatan sarang, persiapan
Langganan:
Postingan (Atom)